
Desa Bunder merupakan salah satu desa di Kabupaten Gunungkidul yang bergerak di bidang kepariwisataan. Bukan hal baru lagi ketika kepariwisataan dipandang sebagai instrumen strategis untuk mewujudkan tujuan pembangunan. Hal ini lah yang mendorong Desa Bunder mengembangkan kegiatan kepariwisataan. Mulai dari wisata budaya hingga wisata alam tersedia disana.
Kemuning merupakan kampung di Desa Bunder yang terfokus dalampengembangan kegiatan kepariwisataannya. Secara geografis, Kemuning terletakdi tengah hutan dan memiliki kondisi akses masuk yang cukup sulit. Hal inilah yangmenjadi permasalahan utama untuk masyarakat Kemuning. Tempat ini terusmengalami ketertinggalan dari berbagai aspek. Salah satunya adalah minimnyanilai pandang publik maupun pemerintahan, sehingga Kemuning menjadi daerahterisolasi dan tertinggal.
Stigma negatif terus bermunculan dalam pemikiran masyarakat, bahwa mereka tidak akan bisa berkembang ataupun sukses di tempat seperti ini. Berawal dari sini, masyarakat berbondong-bondong melakukan urbanisasi untuk mencari pekerjaan di luar kota. Lebih buruknya lagi, tingkat urbanisasi didominasi oleh kalangan pemuda yang seharusnya menjadi ujung tombak kemajuan Kemuning.
Mayoritas masyarakat di Kemuning berprofesi sebagai petani musiman yang bekerja pada musim penghujan. Selain itu, masyarakat juga berprofesi sebagai peternak, pencari batu, pencari burung, atau lain sebagainya. Kehidupan masyarakat di Kemuning 80% bergantung pada alam. Namun, secara tidak sadar mereka terus mengeksploitasi alam. Hal ini dikhawatirkan dapat menjadi ancaman bagi ekosistem di Kemuning. Di sisi lain, masyarakat Kemuning belum mampu menjaga kestabilan pendapatan.
Seiring berjalannya waktu, kearifan lokal Kemuning mulai mengalami kemunduran. Perkembangan teknologi, menggeser minat anak untuk bermain permainan tradisional. Selain itu, maraknya makanan dan minuman kekinian, membuat makanan tradisional semakin tenggelam. Dari berbagai permasalahan diatas, akhirnya Desa Bunder merumuskan suatu cara untuk mengatasi permasalahan tersebut. Jawaban dari berbagai permasalahan diatas adalah melalui kepariwisataan.
Pariwisata menjadi pilihan opsi yang cukup efektif untuk mengentas berbagai permasalahan tersebut. Dampaknya pun beragam dan dapat di terima oleh masyarakat secara umum. Hal inilah yang terus berlanjut dan melebarkan kebermanfaatan ini ke tingkat Desa Bunder.
Visi
Menciptakan Desa Wisata yang sesuai dengan sapta pesona dan memiliki tujuan akhir menjadi Desa Sejahtera yang berkelanjutan
Misi
- Meningkatkan kesadaran pariwisata menuju pengembangan pariwisata berbasis masyarakat
- Mengembangkan potensi dengan inovasi inovasi baru dan melestarikan adat, budaya, kearifan lokal yang sudah ada
- Menjalankan dan menerapkan SAPTAPESONA
- Mewujudkan hubungan antara seluruh elemen elemen masyarakat
- Meningkatkan perekonomian masyarakat sekaligus memperkenalkan daerah lewat pariwisata
- Sebagai wadah potensi generasi berikutnya dan sebagai pengembangan wawasan/tempat tukar ilmu wisatawan ataupun masyarakat
Galuh Rakasiwi adalah seorang pelopor yang luar biasa dalam pengembangan Desa Wisata Bunder. Kegigihan dan tekad yang kuat membuatnya berhasil mengubah dusun yang tadinya tertinggal menjadi destinasi wisata yang terkenal dan berprestasi. Galuh memanfaatkan potensi alam dan budaya lokal untuk menciptakan paket wisata yang unik dan berkelanjutan. Melalui program-program pelatihan dan pemberdayaan masyarakat, ia berhasil melibatkan penduduk setempat dalam upaya memajukan desa mereka. Meningkatkan perekonomian desa, tetapi juga melestarikan warisan budaya dan lingkungan alam yang ada. Galuh Rakasiwi adalah contoh inspiratif bagaimana satu orang dapat membawa perubahan besar melalui komitmen dan inovasi.

